|
Pelatihan Pengarusutamaan Gender di Sektor Air Melalui Pengembangan Komunikasi dan Jejaring
CKNet-INA jaringan sepuluh perguruan tinggi di Indonesia bersama dengan UNMER dan pakar gender mengundang anda untuk mengikuti pelatihan gender di air. Yang akan diselenggarakan pada tanggal 21-15 Juli tahun 2009 di Hotel Santika Malang.
Pelatihan ini bersifat gratis. Namun biaya akomodasi dan transportasi ditanggung oleh masing-masing peserta. CKNet-INA tidak akan membebankan biaya apapun selama peserta mengikuti pelatihan ini. CKNet-INA akan menyediakan materi, workshop kit dan makan siang serta coffee break selama pelatihan berlangsung.
Bagi peserta yang tertarik untuk mengikuti kegiatan ini, kami persilahkan mengirimkan formulir pendaftaran yang telah kami lampirkan di email dan dikirimkan ke secretariat@cknet-ina.org/erita@cknet-ina.org atau silahkan menghubungi panitia : Erita di 081904531079 Untuk lebih jelas nya kami juga melampirkan TOR dan agenda pelatihan dalam email ini. paling lambat pendaftaran kami terima tanggal 16 Juli 2009.
1. Latar Belakang
Meskipun gender merupakan isu prioritas pada agenda kebijakan, namun kenyataannya belum ter-implementasi secara konkrit dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air, dimana masih terdapat jurang yang cukup dalam antara maksud kebijakan yang positif dengan konversi niat tersebut, utamanya dalam implementasinya. Salah satu referensi di tingkat Internasional adalah Prinsip Dublin Rio yang disepakati oleh beberapa negara pada konferensi Internasional di Rio de Janeiro tahun 1992, yang menegaskan pentingnya pemahaman komponen pembangunan yang terdiri dari: Pertama, air adalah sumber terbatas dan rentan, penting untuk menyokong pembangunan,kehidupan dan lingkungan. Kedua, pembangunan dan pengelolaan air harus berdasarkan pendekatan partisipatif, penyerta pengguna, perencana dan pembuat kebijakan di semua tingkatan. Ketiga, perempuan memainkan bagian penting dalam penyediaan, pengelolaan dan perlindungan air. Keempat, air memiliki nilai ekonomi dalam seluruh penggunaannya dan harus dianggap sebagai benda ekonomi. Berkaitan dengan peran perempuan di sektor air, UNICEF dengan Bank Dunia melakukan studi tentang pembangunan air minum di Indonesia. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa pelibatan perempuan dalam proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan serta pengelolaan sarana dan prasarana air minum, terbukti meningkatkan keberlanjutan pelayanan prasarana dan sarana yang dibangun. Sehingga, sudah sewajarnya menempatkan perempuan sebagai pelaku utama dalam pembangunan di sektor tersebut. Beberapa hal diatas memperlihatkan tentang pentingnya pemahaman Gender Mainstreaming dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air. Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah peningkatan kapasitas tentang gender mainstreaming untuk pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Untuk itu CKNet-INA (Colaborative Knowledge Network Indonesia), menyelenggarakan Pelatihan Gender Maintreaming di Sektor Water Resources Management (WRM). 2. TUJUAN PELATIHAN Program dari pelatihan ini bertujuan yakni: 1) Adanya peningkatan pemahaman Peserta tentang Konsep IWRM dan gender. 2) Adanya peningkatan pemahaman Peserta tentang pendekatan dan aplikasi Gender dalam WRM. 3) Adanya peningkatan pemahaman peserta tentang kemampuan pengembangan jaringan kerja gender (Gender Focal Point Network/GFPN). 4) Adanya peningkatan pemahaman peserta tentang proses integrasi GM dalam perencanaan WRM. 3. OUTPUT YANG DIHARAPKAN Selama proses pelatihan berlangsung diharapkan menghasilkan beberapa output sebagai berikut: 1) Peserta mampu menjelaskan GAP Analysis, Identifikasi Masalah GM serta Analisis Kebutuhan Gender di bidang WRM. 2) Peserta mampu menemukan Strategi GM dalam IWRM. 3) Peserta mampu merancang dan melakukan pengembangan jejaring (Networking) melalui GFPN di wilayah masing-masing. 4) Peserta memahami proses integrasi GM dalam perencanaan WRM serta mampu merancang strategy, pendampingan & advokasi gender di sektor WRM. 4. PESERTA Peserta pelatihan ini diupayakan memiliki komposisi 50% Laki-laki dan 50% Perempuan, sebagai azas kesetaraan, dimana terdiri dari beberapa level, yaitu: 1) Peserta Utama yang diprioritaskan yaitu anggota CKNet-INA sejumlah 20 orang yang berasal dari 10 Perguruan Tinggi di Indonesia, meliputi 2 orang perwakilan dari masing-masing Perguruan Tinggi sebagai anggota CKNet-INA. 2) Peserta Cadangan, diupayakan melibatkan beberapa pelaku dari jajaran LSM/Praktisi di bidang Water (Air) dan Gender serta bila diperlukan beberapa Pelaku dari unsur Pengambil Kebijakan terkait. |